Dec 31

Jakarta - Telepon tetap nirkabel Flexi dan akses internet pita lebar Speedy akan menjadi andalan Telkom Sumatra di 2008 seiring melonjaknya jumlah pelanggan layanan tersebut.

EGM Telkom Divisi Regional I Sumatera, Muhammad Awaluddin mengatakan, lonjakan pelanggan Speedy di Sumatera mencapai 409%. Bila pada 2006 pelanggan Speedy baru 8.730 satuan sambungan layanan (SSL), maka, lanjutnya, di 2007 tumbuh hingga 44.500 SSL.

“Pertumbuhan dimungkinkan karena perluasan layanan di banyak kota di Sumatra. Tahun 2008, Telkom akan mempertahankan pertumbuhan Speedy. Diharapkan pada tahun 2008, pelanggan Speedy di Sumatra akan menjadi 175.204 SSL atau tumbuh 217%,” ujarnya dalam pernyataan tertulis kepada detikINET, Senin (31/12/2007).

Sama halnya dengan Speedy, layanan telepon nirkabel dengan teknologi CDMA, TelkomFlexi, juga mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Hingga Desember 2007, kata Awaluddin, pelanggan Flexi di Sumatra telah mencapai 937 ribu SSF atau tumbuh 40% dibandingkan tahun sebelumnya yang jumlahnya baru sebanyak 624 ribu SSF.

“Pertumbuhan Flexi di Sumatra sejalan dengan peningkatan kualitas layanan dan program marketing yang diberikan. Untuk tahun kerja 2008, Telkom Sumatra akan menambah 677 BTS lagi untuk meningkatkan kualitas layanan Flexi. Dengan jumlah 1.004 BTS di tahun 2008, maka target sales sebesar 2,5 juta SSF diharapkan akan dapat tercapai,” tukasnya.

Beda dengan Flexi, maka layanan telepon kabel bertumbuh relatif kecil. Saat ini jumlah pelanggan telepon tetap itu baru 1,346 juta SST. Dan di tahun 2008, pemasaran layanan tersebut hanya ditargetkan sebanyak 75 ribu SST. ( rou / dwn )

Sumber:
Pelanggan Flexi dan Speedy di Sumatera Melonjak
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Technorati Tags: , ,

Popularity: 6% [?]

Dec 31

Liputan6.com, Depok: Praktik penipuan dengan modus kupon undian berhadiah bukan hal baru lagi. Uang tidak lagi menjadi target, melainkan pulsa isi ulang. Tak hanya di Jakarta dan sekitarnya, kasus ini diperkirakan sudah merambah di hampir seluruh kota di Tanah Air. Hadiah yang ditawarkan pun beragam, mulai sepeda motor hingga uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

Seperti yang dialami Endang Triratna Ningsih. Warga Depok ini menjadi korban penipuan undian bermodus pulsa isi ulang atas nama SCTV. Tak sedikitpun muncul kecurigaan dari Endang. Korban semakin percaya saat pelaku menolak tawaran uang tunai pengganti pajak. Korban tak sadar ketika pelaku memintanya mengirimkan kode voucher atau pulsa isi ulang sebagai ganti pajak.

Sejak awal, anggota keluarga curiga dan mengingatkan kemungkinan adanya penipuan. Namun korban tak bergeming dan lebih memilih menuruti perintah pelaku. Saat membeli voucher isi ulang, telepon kembali berdering. Saat itu kecurigaan pihak keluarga semakin kuat. Pelaku meminta kewajiban berbusana muslim ketika hadiah diantarkan ke rumah korban. Korban juga telah menyiapkan kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan foto sebagai syarat penerimaan hadiah.

Lantas pihak keluarga berusaha mencari keterangan dengan mengonfirmasi langsung ke SCTV. Namun, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Korban telanjur menyerahkan 70 lembar voucher isi ulang seharga Rp 100 ribu per lembarnya. Setidaknya Rp 7 juta telah diserahkan korban kepada pelaku. Dan hadiah yang dijanjikan tak kunjung terwujud.

Menghadapi kasus seperti ini memang dibutuhkan kewaspadaan dari masyarakat. Sejumlah instansi juga telah seringkali mengingatkan mereka agar tak mudah termakan tipuan yang mengatasnamakan suatu institusi. Untuk kesekian kalinya pula pihak SCTV kembali mengingatkan agar masyarakat lebih peka atas berbagai modus penipuan.

Sejumlah langkah dapat dilakukan seperti meneliti identitas penelepon, mengonfirmasi kepada institusi asal penelepon, mengonfirmasi kebenaran penyelenggaraan undian berhadiah, dan menghindari bujukan iming-iming hadiah dalam bentuk apa pun. Selain itu, waspadai bila pelaku atau penelepon meminta syarat, baik berupa uang atau lainnya guna mengambil atau menerima hadiah. Yang terakhir, laporkan kepada aparat terkait bila timbul kecurigaan.(YNI/Agus Ginanjar)

Sumber:
http://www.liputan6.com/news/?id=145472&c_id=11

Technorati Tags: ,

Popularity: 8% [?]

Dec 29

Dunia bisnis pulsa elektrik tidak lepas dari ancaman penipuan dan kejahatan. Modus operandi dan pola yang digunakan bermacam-macam dan selalu berkembang. Sudah banyak orang yang tergiur dan jadi korban penipuan semacam ini.

Orang yang awam internet dan belum tahu seluk-beluk bisnis pulsa adalah tipe yang paling empuk jadi sasaran. Website-website palsu (phissing), bahkan berani mencantumkan badan penerbit Digital Certificate seperti Verisign, Cybertrust, Thawte banyak ditemukan.

Setelah mendapatkan uang deposit dari korbannya, pelaku penipuan kabur dan hilang entah kemana.

Sudah banyak yang jadi korban. Haruskah jatuh korban-korban yang lain?

Silakan ikuti perbincangan mengenai penipuan berkedok bisnis pulsa elektrik di mailinglist kami.

Anda pernah menjadi korban penipuan?

Bantu orang lain agar tidak menjadi korban penipuan berikutnya dengan berbagi pengalaman di mailinglist atau di forum.

Technorati Tags: ,

Popularity: 7% [?]

Dec 24

TEMPO Interaktif, Jakarta: Operator seluler baru dan perusahaan penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP) dengan pelanggan kecil harus mewaspadai kondisi tahun depan.

Pengamat yang juga Ketua Masyarakat Telematika Indonesia, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, memperkirakan pada 2008 mereka harus berjuang keras mempertahankan diri. “Tahun depan penentuan hidup matinya operator baru,” katanya kemarin ketika dihubungi Tempo.

Menurut Mas Wig, panggilannya, pertumbuhan operator baru cukup cepat pada awalnya. Tapi selanjutnya mereka harus berhadapan dengan operator lama dengan pelanggan fanatik mereka.
Continue reading »

Popularity: 5% [?]

Dec 24

Kompas: Uang Digital, dari Ponsel dan Kartu RFID
AW Subarkah

Pada dasarnya uang digital bukanlah pulsa meski transaksi bisa menggunakan telepon seluler, dan juga bukan kartu kredit meski bisa membayar pas. Secara maya, uang itu bisa digunakan untuk membeli barang, termasuk membeli pulsa dan membeli uang kontan.

Meski bukan yang pertama, uang digital masih fenomenal bagi negeri ini. Sementara itu, di Jepang atau di negara maju lain, atau bahkan negara seperti Filipina dan Afrika Selatan, penggunaan uang digital sudah menjadi hal yang biasa.

Dengan uang digital, orang bisa membayar tarif tol secara otomatis. Orang juga bisa berbelanja tanpa mengeluarkan uang atau kartu kredit. Semua dibayar pas dan tidak perlu takut mendapatkan pengembalian berupa uang receh atau bahkan permen.
Continue reading »

Popularity: 11% [?]

Dec 24

Liputan6.com, Jakarta: Kegiatan perbankan nasional beroperasi secara terbatas, Jumat (21/12). Hal ini sesuai dengan imbauan bank sentral supaya jadwal operasional perbankan disesuaikan dengan jadwal Bank Indonesia (BI) sehingga layanan perbankan bagi masyarakat tidak terganggu.

Kantor-kantor pusat bank nasional maupun swasta tetap beroperasi. Para karyawan kerja seperti biasa. Bank buka mulai pukul 8.30 hingga pukul 15.00 WIB. Namun untuk kantor cabang, hanya cabang-cabang strategis yang buka sesuai kebijakan masing-masing institusi sehingga para nasabah tak perlu khawatir karena bisa bertransaksi seperti biasa.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

Sumber: Liputan6
http://www.liputan6.com/ekbis/?id=152479

Popularity: 4% [?]

Dec 24

Carrefour Akuisisi Alfa Supermarket

Liputan6.com, Jakarta: Untuk memperluas pangsa pasarnya, perusahaan ritel asal Prancis, Carrefour, akan membeli mayoritas saham Alfa Supermarket. Carrefoer sepakat akan membeli 75 persen saham Alfa dengan total pembelian maksimum mencapai Rp 680 miliar.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Handaka Santosa, menilai upaya Carrefour memiliki mayoritas saham Alfa hanya sebagai strategi bisnis. Pembelian saham ini menurutnya tidak akan mempengaruhi persaingan bisnis ritel di Indonesia.

Sementara itu, anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Erwin Syahril, menyesalkan belum adanya peraturan pemerintah tentang akuisisi perusahaan ritel. Sebab, ia melihat upaya pembelian saham Alfa ini akan berdampak terhadap persaingan usaha tidak sehat.

Menurut data KPPU, pangsa pasar Carrefour saat ini mencapai 40 persen dengan total penjualan Rp 7 triliun setiap tahun. Alfa sendiri memiliki puluhan gerai di seluruh Indonesia. Jika akuisisi Alfa berhasil, pangsa pasar keduanya bisa mencapai separuh dari keseluruhan bisnis ritel modern di Indonesia.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

Sumber: Liputan6
http://www.liputan6.com/ekbis/?id=152575

Popularity: 8% [?]

Dec 02

Forum ini merupakan salah satu media yang disediakan oleh pengelola situs INFOPULSA.COM, yang berisi informasi seputar bisnis pulsa elektronik. Selain forum ini, juga ada mailinglist di Yahoogroups yang telah memiliki lebih dari 400 anggota pada bulan Desember 2007. Mailinglist tersebut dapat diakses di http://groups.yahoo.com/group/pulsa.

Berbeda dengan mailinglist, forum memperbolehkan untuk memasang penawaran atau permintaan di forum Jual-Beli. Anda yang membutuhkan atau ingin menjual produk yang termasuk di sana bisa memasang iklannya.

Silakan manfaatkan fasilitas ini. Selamat berinteraksi, dan semoga sukses.

Forum dapat diakses di alamat berikut:
http://forum.infopulsa.com

Technorati Tags: , ,

Popularity: 18% [?]