Jan 23

Aspindo.org, situs Asosiasi Server Pulsa Indonesia down. Hingga tulisan ini dimuat, situs Aspindo.org tampak belum dipulihkan. Tampaknya pengurus Aspindo belum mengambil tindakan apapun.

Ikuti terus perbincangannya di mailinglist InfoPulsa.com

Popularity: 7% [?]

Jan 23

Kini Anda dapat mendapatkan posting-posting terbaru di forum dengan menggunakan RSS Reader kesukaan Anda atau menampilkannya di website Anda sendiri.

Alamat RSS Feed Forum:
http://feeds.feedburner.com/infopulsa-forum

Popularity: 10% [?]

Jan 19

Mailinglist infopulsa.com kian ramai dengan bertambahnya member tiap hari. Untuk bergabung pun tidak perlu moderasi. Namun akibatnya hal-hal yang menjurus perang iklan tidak dapat dihindari. Sebagian berpendapat, iklan diperbolehkan namun sebagian yang lain tidak setuju karena tujuan awal mailinglist untuk sharing info dan diskusi.

Sejujurnya kita bisa membedakan mana informasi dan mana promosi atau iklan. Namun perlu dibuat batasan yang jelas agar seluruh member dapat memahami aturan main yang berlaku.

Untuk iklan, sebetulnya kami telah membuat tempatnya sendiri di forum. Anda boleh mempromosikan produk atau jasa Anda di forum tersebut. Di forum, iklan dan spam dapat dihindari. Selain itu dapat ditelusuri di arsip. Posting iklan yang berulang-ulang dan sangat mengganggu kenyamanan beremail dapat dihindari.

Bagaimana pendapat Anda sendiri?

Silakan ikuti pollingnya di forum kami.
http://forum.infopulsa.com/showthread.php?t=25

Technorati Tags: , , ,

Popularity: 7% [?]

Jan 17

Kami menemukan ada kesalahan di layanan feed infopulsa.com yang dihost di FeedBurner. Oleh karena itu terpaksa kami buat kembali RSS feed infopulsa.com di alamat berikut:

Posting
http://feeds.feedburner.com/infopulsa

Comments
http://feeds.feedburner.com/infopulsa-comments

Bagi yang sudah subscribe ke RSS feed kami, silakan subscribe kembali. Mohon maaf untuk ketidaknyamanannya.

Technorati Tags: ,

Popularity: 8% [?]

Jan 07

Pada saat tulisan ini dibuat, anggota mailinglist pulsa telah mencapai 501 orang. Kami sangat gembira karena dengan jumlah tersebut, mailinglist dapat terkondisikan dengan baik. Tidak ada pesan spam, scam maupun hoax dalam 2 bulan terakhir.

Perlu Anda ketahui bahwa hanya ada satu cara yang kami tahu untuk melawan spam: TIDAK ADA TOLERANSI.

Anda tentu dapat menemukan mailinglist sejenis dengan anggota lebih banyak. Namun hanya di mailinglist inilah Anda dapat mendapatkan info dan berbagi info, bebas dari spam, scam, hoax, iklan MLM-money game, dll.

Silakan bergabung.

Popularity: 13% [?]

Jan 04

Jakarta - Yuen Kuan Moon yang sejak Maret 2005 lalu menjabat sebagai Direktur Niaga Telkomsel, kini telah resmi digantikan oleh suksesornya yang juga dari SingTel.

Adalah Tan Chung Yaw Richard yang didapuk untuk menggantikan Moon. Sebelumnya, Richard menjabat sebagai Vice President Wholesale International Business Unit (IBU) SingTel.

Dalam acara serah terima jabatan di Kantor Pusat Telkomsel Jl Gatot Subroto No. 42 Jakarta, Rabu (2/1/2007) turut hadir Komisaris Utama Telkomsel Rinaldi Firmansyah, Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja, jajaran komisaris, direksi dan karyawan.

Dengan adanya pergantian tersebut, maka Telkomsel yang saat ini sahamnya dimiliki oleh PT Telkom 65% dan SingTel 35% mempunyai susunan direksi sebagai berikut:

  • Direktur Utama: Kiskenda Suriahardja
  • Direktur Keuangan: Triwahyusari
  • Direktur Perencanaan & Pengembangan: Syarif Syarial Ahmad
  • Direktur Operasi: David Ng
  • Direktur Niaga: Tan Chung Yaw Richard

( rou / rou )

Sumber:
Direktur Niaga Telkomsel Diganti

Link Terkait:
Tan Chung Yaw Richard Bergabung di Telkomsel

Technorati Tags:

Popularity: 12% [?]

Jan 04

Jakarta - Operator seluler Telkomsel tengah menyiapkan unit khusus yang nantinya akan mengurusi segala keperluan sharing infrastruktur telekomunikasi seperti yang telah diwajibkan pemerintah.

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja belum mau berkomentar banyak mengenai kebijakan sharing infrastruktur tersebut. Namun, ia mengaku akan mempelajari terlebih dahulu konsep dan bentuk kerjasama bisnisnya.

“Mengenai sharing tower kami akan melihat dulu bagaimana konsep dan bentuknya. Ada wacana mengenai jual tower, kami akan lebih dari sekadar menjual tower. Kita bisa melakukan konteks ‘jual tower’ dalam bentuk sharing tower, network, layanan, space atau kapasitas. Ini akan dilihat dulu konteksnya apa. Yang jelas kami akan mengembangkan semacam unit khusus untuk menangani hal ini,” jelasnya menjawab pertanyaan detikINET belum lama ini, di Kupang.

Pemerintah sendiri berencana menjalankan kebijakan penggunaan infrastruktur telekomunikasi bersama mulai 2009 mendatang, di mana dalam satu menara wajib ditempati oleh dua operator.

“Ke depan, bisa saja operator lain yang datang kepada kami. Ini yang nanti akan jadi kajian Apakah kerjasama akan dibatasi di wilayah Jawa saja atau di luar Jawa, akan kita lihat nanti. Akan kita lihat juga, misalnya, bagaimana skemanya,” tukas Kiskenda.

Jika dilihat dari kepemilikan infrastruktur, sudah pasti Telkomsel merupakan yang terbanyak bila dibandingkan operator telekomunikasi lainnya. Hingga akhir tahun 2007, operator yang memiliki pelanggan seluler sebanyak 47 juta itu telah memiliki 20 ribu unit pemancar telekomunikasi BTS, dan akan ditambah 5.000 unit lagi di 2008 ini.

Sedangkan Indosat dan XL yang merupakan operator seluler terbesar kedua dan ketiga, masing-masing kini memiliki infrastruktur BTS sekitar 11 ribu unit. ( rou / dwn )

Sumber:
Telkomsel Siapkan Unit Khusus Menara Bersama

Technorati Tags:

Popularity: 13% [?]

Jan 01

Jakarta - Iming-iming tarif murah nampaknya sudah tak cukup lagi untuk dijadikan senjata andalan bagi para operator seluler dalam menghadapi persaingan di 2008. Kualitas layanan pun digadang-gadang jadi amunisi baru.

Setidaknya demikian pernyataan yang dilontarkan para petinggi utama operator seluler di Indonesia, mencermati gambaran persaingan telekomunikasi bergerak yang akan semakin keras dan ketat.

Direktur Utama Telkomsel, Kiskenda Suriahardja mengatakan, kerasnya persaingan bukan semata-mata soal tarif saja, namun ke depan akan lebih berbicara dari sisi layanan.

“Karena, tarif sudah tidak ada batasannya lagi. Semua sudah menawarkan tarif yang relatif sama, jadi selling point-nya ada pada layanan seperti coverage, kualitas jaringan, ragam inovasi fitur yang melekat pada produk, dan pelayanan pelanggan,” ujarnya.

“Apalagi masyarakat sudah semakin kritis melihat value layanannya, tidak sekedar tarif yang ditawarkan,” imbuhnya ketika bincang-bincang santai dengan detikINET dan beberapa media lainnya di Kupang, baru-baru ini.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Utama Indosat, Johnny Swandi Sjam. Menurutnya, 2008 akan menjadi tahun yang lebih kompetitif lagi bagi para operator seluler mengingat akan diluncurkannya beberapa regulasi tentang kualitas layanan (Quality of Services/QoS) dan aturan baru untuk tarif seluler.

“Tahun 2008 telah kami canangkan sebagai tahun kualitas dan pelayanan, sebagai wujud komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik bagi kepuasan pelanggan,” ujarnya di kesempatan berbeda.

Sementara, Presiden Direktur Excelcomindo Pratama (XL) Hasnul Suhaimi, mengatakan, meski tren seluler di 2008 akan lebih menitikberatkan pada kualitas layanan, namun tarif murah masih akan menjadi penawaran yang menarik bagi pelanggan.

“Saya kira di 2008 akan balance antara tarif dan kualitas layanan. Prinsipnya value for money, yang artinya, setiap pelanggan harus mendapatkan layanan yang terbaik dari setiap nilai uang yang dibelanjakannya,” tandas Hasnul.
( rou / dbu )

Sumber:
detikinet - Kualitas Layanan, Amunisi Persaingan Seluler di 2008

Technorati Tags:

Popularity: 7% [?]

Jan 01

Kupang - Paradigma atau pemikiran tentang tarif seluler harus diubah, mengingat dalam penghitungannya, tarif memiliki beragam komponen yang harganya tidak murah.

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja, mengibaratkan tarif dasar percakapan suara di industri seluler layaknya air putih yang belum dikemas dalam bentuk menarik.

“Di dalam struktur tarif, ada pemikiran mengenai kemasan produk, bagaimana membawa dan mendistribusikannya. Lalu air itu sendiri bisa memiliki value dengan citarasa yang tinggi bila ditambah sesuatu, misalnya bisa punya citarasa senikmat sirup, coklat, teh, kopi dan sebagainya,” paparnya ketika bincang-bincang santai dengan detikINET dan beberapa media lainnya di Kupang, baru-baru ini.

“Ada beberapa orang yang masih menilai tarif itu seperti air putih yang polos saja. Kan nggak seperti itu, tarif itu identik dengan value air dari cita rasa dan manfaatannya,” tegas Kiskenda.

Sementara, Presiden Direktur Excelcomindo Pratama (XL) Hasnul Suhaimi mengatakan, percakapan suara masih akan mendominasi pendapatan operator seluler.

Bagi XL sendiri, pendapatan dari sektor layanan suara tersebut memberikan kontribusi sekitar 70% lebih, di mana jumlah pemakaian masih digenjot oleh trafik sesama pengguna jaringan XL. Persentase yang sama juga dialami Telkomsel.

Dalam menawarkan tarifnya, menurut Hasnul, XL telah menurunkan tarif hingga 96% dari tarif sebelumnya. Penurunan tarif tersebut, ujarnya, berlaku sejak XL menawarkan program tarif per detik untuk layanan prabayar dan pascabayar-nya.

“Kalau mau tarif lebih turun lagi, pemerintah dan regulator seharusnya menurunkan juga beban biaya hak penggunaan (BHP - Red.) frekuensi untuk seluler hingga setara BHP frekuensi telepon lokal,” ujarnya.

“Ya, tidak harus sama banget, tapi setidaknya ada penurunan. Karena sekarang perang tarif antara telepon tetap lokal nirkabel dan seluler tidak jauh berbeda,” pungkasnya.

( rou / dbu )

Sumber
detikinet - Paradigma Tarif Seluler Harus Diubah

Technorati Tags: , ,

Popularity: 14% [?]