Feb 29

JAKARTA,KAMIS - Perang tarif antar operator selular seperti yang terjadi sekarang ini dapat membahayakan kelanggenan perusahaan operator yang bersangkutan. “Bagus untuk jangka pendek bagi perusahaan itu, namun untuk jangka panjang perusahaan akan menderita,” ujar Chairman Frontier Consulting Group, Handi Irawan D, di Jakarta, Kamis (28/2).

Bermunculannya para pemain baru di industri seluler Indonesia, menimbulkan persaingan ketat diantara para pemainnya. Ketatnya persaingan membuat beberapa operator lebih memilih menggunakan harga sebagai senjata utama untuk merebut pelanggan. “Mereka sadar bahwa dalam hal kualitas produk dan pelayanan, realtif masih tertinggal. Bila kemudian para pesaing lain juga ikut melakukan penurunan harga, maka perusahaan terjebak dalam perang harga,” sebut Handi.

Peningkatan pelanggan dengan penurunan harga ini, lanjut Handi, bisa menjadi bumerang bagi perusahaan, karena bukan hanya perang harga yang terjadi tetapi tingkat keuntungan perusahaan juga akan memburuk. “Pelanggan yang direbut karena harga adalah pelanggan yang mudah berpindah juga, karena mereka pelanggan yang sensitif harga,” katanya.

Pada akhirnya, menurut Handi, karena tidak punya keuntungan yang memadai, perusahaan akan kesulitan mengembangkan kualitas jaringan, fasilitas ataupun pelayanan tambahan lainnya.

Cara bersaing yang sehat, menurut Handi, adalah dengan terus meningkatkan kualitas produk, kualitas pelayanan maupun sektor emosional pelanggan.

EDJ
Sumber: Kompas - Perang Tarif, Bahayakan Perusahaan

Popularity: 6% [?]