Apr 29

HELSINKI (Reuters) - Nokia (NOK1V.HE: Quote, Profile, Research), the world’s top cell phone maker, unveiled three new phone models on Monday, targeting the highly competitive market for mid-priced phones.

Nokia said shipments of the new phones — the Nokia 6600 Fold, the Nokia 6600 Slide and Nokia 3600 Slide — would start during the third quarter. They would sell for 175 euros ($273) to 275 euros, excluding taxes and subsidies.

(Reporting by Tarmo Virki)

Source:
Nokia unveils 3 new mid-range phone models

Popularity: 12% [?]

Apr 29

Telkomsel baru saja menghadirkan layanan 3G di Jambi untuk melayani 1 juta pelanggan di Jambi. Dengan demikian, Telkomsel 3G telah melayani 103 kota dengan 2.338 Node B.

Berikut kutipannya:

Saat ini pelanggan di Jambi dilayani 9 Node B (BTS 3G) yang meng-cover wilayah Bandara Sultan Thaha, JPM, The Hok, Kebun Handil, Jelutung, Mall Kapuk, Simpang Pulai, Murni, Makalam, Pasar Mayang Sari, Pusat Perdagangan Jl. Gatot Subroto, Broni, Telanai Pura, Sungai Kambang, Hotel dan Pertokoan Abadi, Ancol, Sipin, dan Seputar Kantor Gubernur Jambi.

Sumber:
Telkomsel Luncurkan 3G di Jambi

Popularity: 16% [?]

Apr 29

Sudah beberapa hari ini sistem MKIOS dilaporkan mengalami gangguan di beberapa tempat di Indonesia. Gangguan dilaporkan terjadi di waktu yang berbeda-beda. Rumor mengatakan MKIOS sedang melakukan uji coba sistem.

Tidak ingin menanggung resiko, para pemilik MKIOS menutup transaksi untuk produk Simpati dan AS untuk sementara. Sebab, diketahui kemudian ternyata transaksi yang dilaporkan ‘gagal’ ternyata statusnya menjadi ‘berhasil’ beberapa jam kemudian.

Bagaimana dengan MKIOS Anda? Silakan ikuti diskusinya di sini: MKIOS Gangguan lagi

Popularity: 67% [?]

Apr 22

Jamin Kualitas Signal Makassar-Parepare

Pelaksaanaan Open Drive Test Telkomsel dengan rute Parepare-Makassar, yang digelar, Sabtu (19/4) berjalan sukses.

Berdasarkan hasil yang diperolah diukur melalui barometer CSSR (keberhasilan panggilan), CST (lama panggilan tanpa putus), CCSR (panggilan komplit), MOS (tingkat kejernihan suara), dan RxL.

Dari data yang diambil selama drive test, dilakukan 114 panggilan. Hasilnya, MOS adalah 3,293% (sangat bagus), CSSR 99,98%, CCSR 96,23%.

“Dengan hasil data tersebut menunjukkan jaringan Telkomsel sepanjang Parepare-Makassar sangat bagus, tanpa banyak gangguan. Itu adalah komitmen Telkomsel untuk memberikan kepusan kepada seluruh pelanggan, termasuk saat dalam perjalanan,” jelas Irwan Chaerul, General Manager (GM) Network Operation Telkomsel didampingi Hasbi Hasibuan, General Manager Telkomsel Regional Sulmalirja, dan Royke HV Sumual, Manager GraPARI Telkomsel Makassar, saat melaporkan hasil Open Drive Test Telkomsel Parepare-Makassar, di Kantor Telkomsel Regional Sulmalirja, Sabtu (19/4).

Keberhasilan Open Drive Test Telkomsel Parepare-Makassar itu, setidaknya adanya dukungan keberadaan Base Transceiver Station (BTS) antara Parepare-Makassar sebanyak 50-an lebih BTS.

Pelaksanaan itu sendiri merupakan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan quality assurance, yang merupakan wujud nyata dukungan Telkomsel terhadap program pemerintah dalam upaya mengedepankan kualitas layanan telekomunikasi yang tersirat dalam Rancangan Peraturan Menkominfo tentang Standar Wajib Kualitas Pelayanan Telepon bergerak baik dari sisi kualitas jaringan maupun pelayanan pelanggan, yang rencananya segera diimplementasikan di tahun ini.

Hasil Open Drive Test merupakan langkah transparansi publik dalam rangka menjaminkan kualitas layanan Telkomsel, sekaligus menjadi feedback untuk pembenahan dan peningkatan kualitas guna menuju tercapainya peran Service Leader serta persiapan menghadapi Quality Audit yang akan dilakukan regulator/pemerintah.

“Jaminan kualitas jaringan mutlak diperlukan sebagai bagian tanggung jawab layanan sehubungan dengan kepercayaan yang diberikan oleh lebih dari 52 juta pelanggan,” jelas Hasbi Hasibuan.

Pelaksanaan Open Drive Test itu sendiri dilaksanakan secara seremtak di lima jalur antarkota (intercity) yang padat trafik komunikasinya di berbagai wilayah Indonesia, yaitu Bandung-Bogor, Semarang-Solo-Yogyakarta, Bontang-Samarinda-Balikpapan, Padang-Pekanbaru, dan Parepare menuju Makassar. Khusus rute Parepare-Makassar dilepas Walikota Parepare, HM Zain Katoe di Lapangan Andi Makkasau Parepare. (dul) ()

Sumber:
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=17571

Popularity: 16% [?]

Apr 16

Selain alamat email, Nama Perusahaan dan Nama Domain akan dicantumkan di halaman Hall of Shame mulai 16 April 2008.

Popularity: 15% [?]

Apr 16

Dengan munculnya banyak spam di milis akhir-akhir ini, terpaksa pendaftaran mailinglist dimoderasi untuk mencegah spammer. Ini demi kenyamanan dalam sharing informasi di mailing list.

Popularity: 15% [?]

Apr 15

Agus Firmansyah , Washington D.C. | Mon, 04/14/2008 11:52 AM | Opinion

The use of e-money is inevitably going to expand in Indonesia. The traditional rupiah has been useful for more than five decades since Bank Indonesia issued its first notes in 1952.

Nowadays, the rupiah is less popular and consumers are turning to credit cards, debit cards and, more recently, e-money.

What is e-money? E-Money (also known as e-cash, e-currency, digital money, digital cash or digital currency) refers to money recorded electronically on a card.

According to Banks for International Settlement, e-money includes both prepaid cards, also called electronic purses, and prepaid software products, also called digital cash, which use computer networks, like the Internet.

These products differ from so-called access products that allow consumers to electronically manage their funds, for example, Internet banking.

E-money is a card with a magnetic strip with a stored valued of funds, which is either predetermined or established by the consumer when the card is purchased from the issuer. The value of each transaction is deducted from the card until it reaches zero. Some cards can be recharged with money at special terminals, such as ATMs, and are reusable.

E-money undoubtedly provides many benefits to its users, such as convenience, privacy, increased efficiency and possibly lower transaction fees than credit cards offer, yet the use of e-money has been relatively low-scale in many countries.

Some rare successes in Asia have been Hong Kong’s Octopus card, Singapore’s EZLink, and Japan’s Edy and Suica cards, which are all using the same technology from Sony Corp.’s FeliCa.

The Octopus card system, originally launched in 1997 for transit payments, has come into wide use in Hong Kong in convenience stores, supermarkets, fast food restaurants, parking meters, car parks and other point-of-sale outlets, such as service stations and vending machines.

EZLink was established in 2001 for the public transportation system in Singapore and has since expanded and gained more acceptance at McDonald’s, fast food centers, supermarkets and even vending machines.

Edy and Suica cards were both launched in 2001. While a Suica card is a must-have for Tokyo’s 10 million commuters, Edy actually leads the e-money market in terms of the number of transactions made, in part because it can be used in a far greater number of retailers.

Is e-money available in Indonesia? The use of e-money in the form of prepaid cards in Indonesia has only recently become popular.

In response to increasing demand for e-money products, Bank Indonesia launched an initiative to create a cashless society in 2006.

The initiative aimed to promote the creation of a secure, efficient and reliable mechanism for the public.

In 2007, Telkomsel was granted a license from Bank Indonesia to market its e-money products, namely T-Cash, as the first mobile e-money system in Indonesia. It wasn’t particularly popular.

Will e-money be a success story in Indonesia? Following its success in neighboring countries, e-money in Indonesia could potentially be successful. Various outlets, such as convenient stores and road tolls, would have to be on board to make the product attractive to consumers.

Jakarta now has an efficient busway system and several toll road corridors where an e-money system could be implemented.

Without a doubt, this project needs an enormous amount of investment. Nonetheless, it would provide more benefits for both consumers and issuers, as long as it is more than just a card to be used at convenience stores.

The writer is an economist at the statistics department of Bank Indonesia and can be reached at afirmans@yahoo.com. This article reflects the personal views of the writer.

Original text: Future of digital money

Popularity: 14% [?]

Apr 11

Setelah menunggu Hampir dua minggu sejak tarif interkoneksi yang baru diberlakukan pada 1 April 2008, akhirnya Indosat mengumumkan tarif barunya.

Berikut kutipannya:

Tarif dasar layanan prabayar Mentari secara umum mengalami penurunan antara 6,7 persen sampai 45,3 persen. Untuk percakapan jarak jauh ke selular operator lain dari Rp1600/30 detik menjadi Rp875/30 detik. Percakapan lokal Mentari ke tujuan PSTN turun dari Rp450/30 detik menjadi Rp400/30 detik dan percakapan jarak jauh ke PSTN turun dari Rp1600/30 detik menjadi Rp875/30 detik. Khusus tarif SMS Mentari ke sesama pelanggan Indosat turun dari Rp350 menjadi Rp99, ke selular operator lain turun dari Rp350 menjadi Rp149.

Sementara untuk tarif dasar layanan prabayar IM3, mengalami penurunan antara 3,1 persen hingga 71,4 persen. Di samping penurunan tarif, juga dilakukan perubahan pemotongan tarif dari per 30 detik menjadi per detik. Penurunan cukup signifikan terjadi pada percakapan jarak jauh ke selular operator lain dari Rp2000/30 detik (Rp66,7/detik) menjadi Rp25/detik. Untuk percakapan jarak jauh ke PSTN turun dari Rp1750/30 detik (Rp58,3/detik) menjadi Rp25/detik. Khusus tarif SMS IM3, Indosat menurunkan cukup signifikan, dimana untuk ke sesama Indosat turun dari Rp150 menjadi Rp100, ke operator lain dari Rp350 menjadi Rp100.

Bagaimana untuk produk Matrix (paskabayar) dan StarOne?

Khusus untuk tarif dasar layanan paskabayar Matrix, turun antara 1,7 persen hingga 72,8 persen. Percakapan lokal ke selular operator lain turun dari Rp258 hingga Rp313/20 detik menjadi Rp185/15 detik, sementara percakapan jarak jauh ke seluler operator lain turun dari Rp244 sampai Rp771/15 detik menjadi hanya Rp300/15 detik. Untuk percakapan jarak jauh ke PSTN tertinggi turun dari Rp669/15 detik menjadi Rp300/15 detik. Untuk tarif SMS ke sesama Indosat turun dari Rp300 menjadi Rp100 dan ke operator lain Rp300 menjadi Rp150.

Sedangkan untuk layanan StarOne, tarif baru sudah tidak mengenal tarif off peak (tidak sibuk) dan peak (sibuk), rata-rata turun antara 3,8 persen hingga 71,4 persen. Khusus SMS StarOne prabayar ke sesama Indosat turun dari Rp350 menjadi Rp100, dan ke operator lain turun dari Rp350 menjadi Rp150. Tarif SMS StarOne paskabayar ke sesama Indosat turun dari Rp225 menjadi Rp100 dan ke operator lain turun dari Rp225 menjadi Rp150.

Sumber:
Akhirnya! Indosat Umumkan Tarif Dasar Baru

Technorati Tags: , , , ,

Popularity: 29% [?]

Apr 10

PT Mobile-8 Telecom Tbk, salah satu operator CDMA terbesar di Indonesia, terus memperluas jaringannya di Jawa Timur dengan menargetkan 1,6 juta pelanggan pada akhir tahun 2008. Anda dapat membaca artikelnya di sini:

Mobile-8 optimistis dongkrak pasar Jatim jadi 1,6 juta

Popularity: 11% [?]

Apr 10

Saya menemukan artikel yang cukup menarik tentang jaringan penjualan Telkomsel. Berikut saya kutip salah satu paragrafnya:

Telkomsel telah menghadirkan lebih dari 350.000 titik pelayanan sebagai upaya lebih dekat dengan pelanggan dan memberikan kemudahan akses pelayanan berupa: Call Center (4 area), GraPARI (68 buah), GeraiHALO (245), Plasa GraPARI (34), KiosHALO (2.300 buah), Retail Nasional (3.153), Outlet Dealer Telkomsel (5.000), dan M Kios (342.000).

Anda bisa membaca artikel lengkapnya di sini:
Telkomsel dukung regulasi standar kualitas telepon bergerak

Popularity: 40% [?]