Dalam satu bulan terakhir ini, saya mengamati persoalan seputar regionalisasi MKIOS dan berdiskusi dengan beberapa pihak. Berikut beberapa poin yang saya tangkap seputar regionalisasi MKIOS. Dua poin dulu, yang lain menyusul.
Disinformasi
Banyak sekali rumor, gosip-gosip, atau berita yang beredar di kalangan pedagang. Namun tidak satupun dari mereka yang memiliki bukti yang sahih, apakah itu dalam bentuk surat edaran resmi atau pemberitahuan lainnya dari Telkomsel. Disinformasi ini menjadi celah untuk spekulan, menciptakan suasana panik, dan memperburuk ketidakpastian. Disinformasi hanya menguntungkan para spekulan.
Sistem Tidak Fair
Saat ini baik transaksi lintas maupun bukan, sama-sama sukses dan pulsa masuk ke pelanggan. Bukan digagalkan oleh sistem. Artinya, penilaian diberikan berdasarkan faktor kualitatif, bukan kuantitatif. Ini namanya standar ganda, saldo pedagang diambil sekaligus “ditilang”, namun tidak ada “pembatasnya”.
Semestinya, pembatasan regional dilakukan oleh sistem MKIOS. Jika sebuah transaksi dianggap lintas regional, langsung ditolak/dibatalkan, pulsa tidak masuk ke konsumen. Jadi sama-sama fair.
Dengan sistem yang fair, kasus ketidakstabilan harga akibat stok yang menyeberang ke area lain pun terjawab. Secara tidak langsung, pedagang yang suka banting harga karena kesenjangan yang lebar di daerah lain harus menghentikan aksinya.
Sementara itu dulu, silakan ditanggapi oleh rekan-rekan. Pikir pelan-pelan, pikir yang tenang ya.
Technorati Tags: telkomsel, mkios
Popularity: 58% [?]
Dapatkan info terbaru seputar bisnis pulsa elektronik dan telekomunikasi dengan subscribe ke RSS feed kami. Anda juga bisa subscribe RSS Feed melalui email. Kami memiliki komunitas yang tergabung di mailinglist dan forum. Silakan bergabung di mailinglist atau forum kami.


July 9th, 2008 at 4:46 pm
seep, harus nya klo memang ada larangan resmi dr TSel, setidaknya ada sms pemberitahuan seperti klo lagi ada maintenance ke masing2 chip mkios, lagi pula sanksi yang dikenakan juga gak jelas,, ada yg udh dapet hukuman pa belum ya??
July 11th, 2008 at 12:53 pm
Udah,saya udah kena & anehnya koq saya disuspend dulu baru ada WARNING dari mkiosnya.tampaknya bangsa kita sdh dibikin jadi bodoh dgn dibatasi regionalnya.
July 11th, 2008 at 1:02 pm
Aneh ya……. koq dijaman yg udah makin modern hak orang buat jualan dibatasi!!!! kalo Telkomsel mau jualan sendiri produknya silahkan aja,tapi jgn batasin area jualan.GAK FAIR !!!!!
July 13th, 2008 at 8:53 am
ini sudah berlaku di tahun sebelumnya..seharusnya sistem mkios yg dikoreksi kenpa kita sebagai penjual yg dikoreksi penjualannya, klo sistem mkiosnya yg dirubah g bakalan tuh kita buat bingung…lah kita udah jualan produknya trus di larang utk mengisi ulang no luar..apa kata dunia..?
dari pada pusing melulu mikirin yg mereka yg g mau komen ttg ketidak adilan ini sebaiknya no luar g usah di isi aja deh yg berada di region/wilayah kita bilang aja ato sarankan aja komplen ke providernya,di balikin aja ke mereka (mkios/telkomsel) kebingungan yg mereka berikan ke kita..saya yakin anda setuju..ia g sih…
July 14th, 2008 at 11:49 am
Mestinya klo ada permasalahan demikian jangan buru-2 nyalahin T-Sel atau operator lain. Kita orang Indonesia kebiasaan suka mencari kambing hita, padahal kadang kita sendiri yang bermasalah. Coba kita mengaca pada diri kita sendri, sudah benarkah apa yg kita lakukan selama ini?
Ya memang gajah di kelopak mata tak pernah tampak, sedangkan semut diseberang lautan sangat jelas terlihat. Dasaaaaar….! manusia….!!
Dulu saat masih untung gede diem-diem aja, sekarang keuntungan yg mulai terganggu mulai rame…. mmmm… ngga pernah bersyukur sih….
Setahu saya Mkios, SEV, DOmpet, dirancang bukan untuk kepentingan bisnis server, melainkan untuk kepentingan pendistribusian voucher elektrik sampai ke end user. Para operator sudah merancang pola distribusi voucher elektrik yg sedemikian rupa. Kita aja yg sok pinter, ngakal-akali pake bikin server segala. Nah…. mestinya kita sadar….siapa sih yg menyalahi kaidah-2 yg benar.
Jika demikian janganlah kita menghujak para operator, tapi bagaimana kita sebagai pemain server (yg pada dasarnya mengakali sistem distribusi voucher) mencari akal-2 yg lain, yg kreatif, inovatif, bukan menyalahkan operator. Percuma bro… suara kita ga akan pernah didengar, malahan bagi mereka itu hanya angin lalu, seperti (maaf) kentut.
So… yg penting bagaimana kita membuat antisipasi-2 atas segala bentuk kebijakan-2 dari tiap operator yg selalu berubah-ubah. Itu yg membuat kita jadi lebih pintar dari operator, ga perlu pake menghujat sana-sini.
Trims
July 19th, 2008 at 7:39 pm
Wong mo jualan pulsa aja repot banget. Lha yg dikirim cuman angka2, lewat udara lagi. kok ruwetnya minta ampun.
Koyo arep jualan minyak aja. Yang dibatesin arealah.. yg stok arealah… yg… halah.. sgala yang lah…
Mbuh karepe apa jan-jane ki TSel…
Mumet…..Mumetttt……. MKiosku ra mlaku…
hiks…hiks….
July 20th, 2008 at 12:41 am
kalau sy teh di area perbatasan jateng-jabar (CILACAP BARAT) no gado2,bisa dibilang 50:50 antara no luar&dalam area,kemana cari mkios yg dpt trx 2 area?.,,,,
July 24th, 2008 at 4:05 pm
menurut saya.
apapun alasannya dengan membatasi area jual adalah hal yang tidak masuk akal. (pasar bebas sudah terbuka men)
saya setuju dengan alasan dari bung “Masbin” tentang ketidak siapan sistem operator dengan tren bisnis 1 cips all operator,
Tp dari Hirarki bisnis sendiri tren 1cip all operator tidak menyalahi Hirarki(aturan) kok dan masih sejalan dengan tehnologi GSM sendiri yang notabene telepone GSM memang di design untuk mobile (mobile),
Berpatokan dari Hirarki atau dasar2 tehnologi telekomunikasi sendiri yang semakin ringkas dan mobile, harusnya pihak operator jg mensuport distribusi produknya dengan tanpa batasan2.
apa jadinya kalo ada orang aceh dengan memegang nomer GSM dengan HRL Aceh dan hidup nya di JKT tp beli pulsanya musti di ACEH, (jangan2 nanti di batesi jg, pulsa di beli di region A, hanya bisa di pake di Region A, keluar dari region A, ya mohon maaf anda musti beli pulsa lagi)
Kalo mereka mau jujur, sebenarnya dengan munculnya 1cip all operator, dealer operator sudah tidak di perlukan lagi, karena distribusinya bisa semakin simple dan mudah. kecuali dealer membangun sistem 1cip all operator jg (dan ini terbukti kok, penggagas 1cip all operator adalah dealer2 operator, yang -maaf- rakus pingin menguasai semua segmen pasar)
Alasan2 kenapa operator di untungkan oleh 1cip all operator :
1. Stok bisa di sentralkan dengan distribusi H2H yang dengan biaya murah dan handal. artinya operator tidak memerlukan lagi jaringan distribusinya yang panjang ini adalah efisiensi cost yang selalu di gembar gemborkan operator di setiap project2 perluasan jarignannya GSM nya.
2. Stok Fisik tidak di perlukan lagi cetak code dan pendistribusian yang rumit.. Artinya Operator tidak lagi memerlukan cetak vocer visik yang rawan bocor dan riskan hilang karena pencurian ataupun kecelakaan. karena pendistribusian 16 digit number bisa di distribusikan by sms ataupun by H2H.
3. Distribusi bisa merata, artinya tidak ada lagi kelebihan stok di daerah tertentu sementara daerah lain kekurangan stok, karena permintaan stok tergantung pada permintaan pelanggan pada saat itu real time.
mungkin untuk sementara itu ajah dulu, kalo ada kekurangan nya mohon maaf. ini sekedar kata hati sajah.
tanks
August 14th, 2008 at 11:07 am
Betul sekali mas… Apa ini menurut saya adalah ide dari dealer2 resmi mereka yang mulai menurun omsetnya dgn hadirnya 1chip all operator, khan sebagian konsumen / pengecer ga perlu lagi datang sendiri ke Dealer masing2 Operator. Kalo dari T-selnya sendiri harusnya kan malah seneng, khan pendistribusian pulsa bisa cepet ke user. CMIIW
August 17th, 2008 at 3:59 am
http://rapidshare.com/files/136772041/ANTI_REGIONALISASI.doc.html
[WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ‘0 which is not a hashcash value.