Jumlah pelanggan meningkat, tapi pendapatan menurun. Kalau melihat kasus ini dan perkembangan kasus validasi kartu prabayar sampai sekarang, saya jadi bertanya-tanya: Bagaimana sebenarnya posisi pasar sekarang, siapa market leader? Apakah operator tidak tahu perilaku konsumen kita suka gonta-ganti nomor? Dan ketika pangsa pasarnya turun dan pendapatan turun, karena tarif interkoneksi yang turun?
Atau ada sebab lain?
Pelanggan Meningkat tapi Pendapatan Menurun
“Penurunan laba dipicu antara lain merosotnya pendapatan dari layanan seluler anak perusahaan Telkomsel,” kata Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah, seperti dikutip detikINET, Jumat (1/8/2008) dari hasil paparan kinerja keuangan Telkom kuartal II 2008.
Meski dari sisi jumlah pelanggan Telkomsel mencatat kenaikan 22% menjadi 52,4 juta nomor seluler dari sebelumnya 42,8 juta. Penurunan pendapatan Telkomsel sebagai konsekuensi dari turunnya tarif layanan selama semester I 2008. Tarif percakapan suara turun sebesar 30%, sedangkan tarif pesan pendek (SMS) terjun bebas 70%.(Sumber: Pendapatan Telkomsel Turun, Laba Telkom Merosot)
Akibat Tarif Interkoneksi Turun?
Turunnya pendapatan Telkomsel disebut-sebut sebagai dampak dari kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif interkoneksi sejak 1 April 2008 lalu. Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja menimpali, perang tarif antaroperator akibat penurunan interkoneksi tersebut salah satu pemicu menurunnya pendapatan hampir seluruh operator.
Imbasnya, bagi Telkomsel, pendapatan layanan pascabayar Kartu Halo merosot 15%, sedangkan pendapatan dari jasa SMS turun hingga 26%. “Pangsa pasar Telkomsel menurun, karena memang karakteristik pasar seluler saat ini berbeda dengan periode-periode sebelumnya,” tutur Kiskenda.
Sementara, menurut Rinaldi, biaya operasional yang meningkat sekitar 15% dari Rp 15,5 triliun menjadi Rp 17,7 triliun dipengaruhi melonjaknya pos biaya operasional dan perawatan jasa telekomunikasi, biaya depresiasi, biaya pemasaran dan biaya gaji karyawan. (Sumber: Pendapatan Telkomsel Turun, Laba Telkom Merosot)
Tapi menurut Saya, inilah akar masalah yang sebenarnya.
Angkanya Tidak Valid!
Tingginya angka registrasi kartu prabayar yang tidak valid dan tingginya angka konsumen yang gonta-ganti nomor. Operator hanya tahu jumlah nomor yang teregistrasi, namun tidak tahu jumlah nomor yang masih valid, apalagi jumlah nomor yang masih aktif.
Baru 30% atau sejumlah 32.491.599 orang dari total pengguna ponsel sebanyak 106.701.141 yang tervalidasi oleh para operator telekomunikasi. (Sumber: Baru 30% Pengguna Ponsel yang Tervalidasi Operator)
Persentase validasi kartu prabayar keluaran PT Indosat, PT Telkom, PT Natrindo Telepon Seluler (NTS), PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI), dan PT Smart Telecom di atas 80%. Sedangkan validasi kartu prabayar keluaran PT Telkomsel cuma 11%, PT Excelcomindo Pratama (EP) 0,09%, dan PT Bakrie Telecom 25,6%. Demikian dikatakan Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel Gatot S Dewa Broto dan anggota BRTI Heru Sutadi di Jakarta, Kamis (17/7).(Sumber: DITJEN POSTEL DAN BRTI SIDAK, Registrasi Asal-asalan, Kartu Prabayar Diblok)
“…Dalam kenyataannya, ditemu-kenali, bahwa banyak yang sekedar membeli kartu dan langsung dapat aktif, karena sudah diregistrasi langsung oleh pihak kios penjual voucher yang bersangkutan melalui pengisian data secara sembarangan dengan alasan supaya tidak komplikated dan lekas terjual. Kemudian ada juga kejadian dimana expert asing dari Ditjen Postel tersebut tidak perlu menunjukkan KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara) ataupun Passport dan ternyata langsung dapat melakukan aktivasi….”(Sumber: Hasil Pengecekan Lapangan Terhadap Verifikasi dan Validasi Kartu Prabayar)
“Hasilnya, dari hampir 95 juta nomor yang teregister sebagai jumlah total pelanggan dari 8 operator di Indonesia, hanya 30 juta nomor yang tervalidasi. Angka ini merupakan jumlah akhir yang terkumpul pada kuartal pertama tahun 2008.” (Sumber: Prabayar: Registrasi 95jt, Valid Hanya 30jt)
Data dari Dijten Postel
|
No. |
Nama Perusahaan |
Jumlah Pelanggan |
Teregistrasi |
Tervalidasi |
| 1. |
PT Telkomsel (31 Maret 2008) |
49.455.000 |
49.455.000 |
5.600.000 |
| 2. |
PT Indosat (29 Pebruari 2008) |
23.945.431 |
23.945.431 |
20.464.835 |
| 3. |
PT Excelcomindo Pratama (29 Pebruari 2008) |
14.987.561 |
14.987.561 |
13.667 |
| 4. |
PT NTS (29 Pebruari 2008) |
35.935 |
35.935 |
35.935 |
| 5. |
PT HCPT (29 Pebruari 2008) |
2.169.856 |
2.169.856 |
1.718.764 |
| 6. |
PT Mobile-8 Telecom ( 30 April 2008) |
3.078.569 |
3.078.569 |
1.798.458 |
| 7. |
PT Sampoerna TI (29 Pebruari 2008) |
405.287 |
405.287 |
325.869 |
| 8. |
PT Smart Telecom (29 Pebruari 2008) |
200.949 |
200.949 |
200.949 |
|
Total |
94.077.639 |
94.077.639 |
29.957.528 |
|
Sedangkan data penyelenggara FWA:
|
No. |
Nama Perusahaan |
Jumlah Pelanggan |
Teregistrasi |
Tervalidasi |
| 1. |
PT Indosat (29 Pebruari 2008) |
594.203 |
594.203 |
540.725 |
| 2. |
PT Telkom (28 April 2008) |
6.078.822 |
6.078.822 |
5.470.940 |
| 3. |
PT Bakrie Telecom (29 Pebruari 2008) |
4.456.663 |
4.365.134 |
1.143.621 |
|
Total |
11.129.688 |
11.038.159 |
7.155.286 |
|
Bandingkan dengan data tahun sebelumnya, 25 Juli 2007 di sini:
Kira-kira, apa yang akan dilakukan oleh para investor terhadap kasus ini?
Popularity: 83% [?]
Dapatkan info terbaru seputar bisnis pulsa elektronik dan telekomunikasi dengan subscribe ke RSS feed kami. Anda juga bisa subscribe RSS Feed melalui email. Kami memiliki komunitas yang tergabung di mailinglist dan forum. Silakan bergabung di mailinglist atau forum kami.


August 2nd, 2008 at 11:19 am
daftar yach
August 4th, 2008 at 7:33 am
Duh… kartu gue di validasi gak yah? eh HALO termasuk prabayar gak?