Imbauan tersebut disampaikan Bank Indonesia (BI) saat bertemu dengan para pemimpin bank, Rabu (24/9) di Jakarta. Pertemuan itu bagian dari serangkaian langkah bank sentral yang dilakukan dalam dua pekan terakhir untuk mengatasi dampak negatif dari minimnya likuiditas di pasar. Langkah lainnya, menurunkan suku bunga dan memperpanjang tenor transaksi gadai (repurchase agreement/repo).
Direkur Utama Bukopin Glen Glenardi menyatakan mendukung imbauan BI yang bertujuan menghentikan lonjakan suku bunga simpanan yang sangat tajam belakangan ini. ”Lonjakan suku bunga simpanan yang terlalu tajam pasti akan memicu kenaikan suku bunga kredit. Jika suku bunga kredit naik, kredit bermasalah berpotensi naik sehingga membahayakan bank,” kata Glen.
Dalam sebulan terakhir, terjadi kondisi likuiditas yang amat ketat di pasar keuangan. Berbagai faktor menjadi penyebabnya, antara lain penyaluran kredit yang amat cepat, penumpukan dana pemerintah di BI, dan pembalikan dana asing ke luar negeri.
Bank-bank yang kesulitan likuiditas lalu menaikkan suku bunga deposito berjangka tidak resmi (over the counter) hingga 13 persen untuk menarik dana masyarakat. Bank-bank yang tidak kesulitan likuiditas ikut menaikkan suku bunga agar nasabahnya tidak pindah.
Dampaknya, kenaikan suku bunga simpanan jauh melebihi batas proporsionalnya, atau tidak lagi seiring dengan kenaikan BI Rate. Dalam periode Mei-September 2008, BI Rate naik 125 basis poin (bp), tetapi suku bunga deposito sudah naik mendekati 500 bp.
Gubernur BI Boediono mengatakan, dalam pertemuan dengan para bankir, BI juga meminta bank mengurangi kesenjangan antara laju kredit dan dana. Bank diminta mengerem laju kredit, terutama di segmen konsumsi. Pengereman laju kredit diharapkan bisa mengurangi kebutuhan likuiditas sehingga bank tidak bersaing menaikkan suku bunga simpanan.
FAJ
Sumber : Kompas Cetak
BI Imbau Bank Tak Lagi Naikkan Bunga Simpanan
Popularity: 51% [?]
Dapatkan info terbaru seputar bisnis pulsa elektronik dan telekomunikasi dengan subscribe ke RSS feed kami. Anda juga bisa subscribe RSS Feed melalui email. Kami memiliki komunitas yang tergabung di mailinglist dan forum. Silakan bergabung di mailinglist atau forum kami.

