Nokia Siemens Networks will modernize Telkomsel’s network to Release 4 architecture with its MSC Server System mobile softswitch solution, which helps the Indonesian operator reduce operating expenses while expanding communications services Continue reading »
Indonesia’s third biggest mobile operator by subscribers PT Excelcomindo (Excelcom) doubled its net profits in the first-quarter ended 31 March 2008 on the back of an 82% year-on-year rise in subscriber numbers to 18.4 million. The cellco, backed by Telekom Malaysia through Indocel Holding, posted net income of IDR368 billion (USD39.84 million) in the period under review, while revenues climbed 51% y-o-y to IDR2.7 trillion. In December 2007 Emirates Telecom (Etisalat) acquired a 15.97% equity stake in Excelcom from its founding firm, Rajawali Corporation, for USD438 million.
Source:
Excelcom’s Q1 net profits double on sharp rise in subscribers
Memasuki kwartal I/2008, XL mencatat pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 51% dibanding periode sama di 2007.
HELSINKI (Reuters) - Nokia (NOK1V.HE: Quote, Profile, Research), the world’s top cell phone maker, unveiled three new phone models on Monday, targeting the highly competitive market for mid-priced phones.
Nokia said shipments of the new phones — the Nokia 6600 Fold, the Nokia 6600 Slide and Nokia 3600 Slide — would start during the third quarter. They would sell for 175 euros ($273) to 275 euros, excluding taxes and subsidies.
(Reporting by Tarmo Virki)
Agus Firmansyah , Washington D.C. | Mon, 04/14/2008 11:52 AM | Opinion
The use of e-money is inevitably going to expand in Indonesia. The traditional rupiah has been useful for more than five decades since Bank Indonesia issued its first notes in 1952.
Nowadays, the rupiah is less popular and consumers are turning to credit cards, debit cards and, more recently, e-money.
What is e-money? E-Money (also known as e-cash, e-currency, digital money, digital cash or digital currency) refers to money recorded electronically on a card.
According to Banks for International Settlement, e-money includes both prepaid cards, also called electronic purses, and prepaid software products, also called digital cash, which use computer networks, like the Internet.
These products differ from so-called access products that allow consumers to electronically manage their funds, for example, Internet banking.
E-money is a card with a magnetic strip with a stored valued of funds, which is either predetermined or established by the consumer when the card is purchased from the issuer. The value of each transaction is deducted from the card until it reaches zero. Some cards can be recharged with money at special terminals, such as ATMs, and are reusable.
E-money undoubtedly provides many benefits to its users, such as convenience, privacy, increased efficiency and possibly lower transaction fees than credit cards offer, yet the use of e-money has been relatively low-scale in many countries.
Some rare successes in Asia have been Hong Kong’s Octopus card, Singapore’s EZLink, and Japan’s Edy and Suica cards, which are all using the same technology from Sony Corp.’s FeliCa.
The Octopus card system, originally launched in 1997 for transit payments, has come into wide use in Hong Kong in convenience stores, supermarkets, fast food restaurants, parking meters, car parks and other point-of-sale outlets, such as service stations and vending machines.
EZLink was established in 2001 for the public transportation system in Singapore and has since expanded and gained more acceptance at McDonald’s, fast food centers, supermarkets and even vending machines.
Edy and Suica cards were both launched in 2001. While a Suica card is a must-have for Tokyo’s 10 million commuters, Edy actually leads the e-money market in terms of the number of transactions made, in part because it can be used in a far greater number of retailers.
Is e-money available in Indonesia? The use of e-money in the form of prepaid cards in Indonesia has only recently become popular.
In response to increasing demand for e-money products, Bank Indonesia launched an initiative to create a cashless society in 2006.
The initiative aimed to promote the creation of a secure, efficient and reliable mechanism for the public.
In 2007, Telkomsel was granted a license from Bank Indonesia to market its e-money products, namely T-Cash, as the first mobile e-money system in Indonesia. It wasn’t particularly popular.
Will e-money be a success story in Indonesia? Following its success in neighboring countries, e-money in Indonesia could potentially be successful. Various outlets, such as convenient stores and road tolls, would have to be on board to make the product attractive to consumers.
Jakarta now has an efficient busway system and several toll road corridors where an e-money system could be implemented.
Without a doubt, this project needs an enormous amount of investment. Nonetheless, it would provide more benefits for both consumers and issuers, as long as it is more than just a card to be used at convenience stores.
The writer is an economist at the statistics department of Bank Indonesia and can be reached at afirmans@yahoo.com. This article reflects the personal views of the writer.
Original text: Future of digital money
Setelah menunggu Hampir dua minggu sejak tarif interkoneksi yang baru diberlakukan pada 1 April 2008, akhirnya Indosat mengumumkan tarif barunya.
Berikut kutipannya:
Tarif dasar layanan prabayar Mentari secara umum mengalami penurunan antara 6,7 persen sampai 45,3 persen. Untuk percakapan jarak jauh ke selular operator lain dari Rp1600/30 detik menjadi Rp875/30 detik. Percakapan lokal Mentari ke tujuan PSTN turun dari Rp450/30 detik menjadi Rp400/30 detik dan percakapan jarak jauh ke PSTN turun dari Rp1600/30 detik menjadi Rp875/30 detik. Khusus tarif SMS Mentari ke sesama pelanggan Indosat turun dari Rp350 menjadi Rp99, ke selular operator lain turun dari Rp350 menjadi Rp149.
Sementara untuk tarif dasar layanan prabayar IM3, mengalami penurunan antara 3,1 persen hingga 71,4 persen. Di samping penurunan tarif, juga dilakukan perubahan pemotongan tarif dari per 30 detik menjadi per detik. Penurunan cukup signifikan terjadi pada percakapan jarak jauh ke selular operator lain dari Rp2000/30 detik (Rp66,7/detik) menjadi Rp25/detik. Untuk percakapan jarak jauh ke PSTN turun dari Rp1750/30 detik (Rp58,3/detik) menjadi Rp25/detik. Khusus tarif SMS IM3, Indosat menurunkan cukup signifikan, dimana untuk ke sesama Indosat turun dari Rp150 menjadi Rp100, ke operator lain dari Rp350 menjadi Rp100.
Bagaimana untuk produk Matrix (paskabayar) dan StarOne?
Khusus untuk tarif dasar layanan paskabayar Matrix, turun antara 1,7 persen hingga 72,8 persen. Percakapan lokal ke selular operator lain turun dari Rp258 hingga Rp313/20 detik menjadi Rp185/15 detik, sementara percakapan jarak jauh ke seluler operator lain turun dari Rp244 sampai Rp771/15 detik menjadi hanya Rp300/15 detik. Untuk percakapan jarak jauh ke PSTN tertinggi turun dari Rp669/15 detik menjadi Rp300/15 detik. Untuk tarif SMS ke sesama Indosat turun dari Rp300 menjadi Rp100 dan ke operator lain Rp300 menjadi Rp150.
Sedangkan untuk layanan StarOne, tarif baru sudah tidak mengenal tarif off peak (tidak sibuk) dan peak (sibuk), rata-rata turun antara 3,8 persen hingga 71,4 persen. Khusus SMS StarOne prabayar ke sesama Indosat turun dari Rp350 menjadi Rp100, dan ke operator lain turun dari Rp350 menjadi Rp150. Tarif SMS StarOne paskabayar ke sesama Indosat turun dari Rp225 menjadi Rp100 dan ke operator lain turun dari Rp225 menjadi Rp150.
Kini Anda dapat mendapatkan posting-posting terbaru di forum dengan menggunakan RSS Reader kesukaan Anda atau menampilkannya di website Anda sendiri.
Alamat RSS Feed Forum:
http://feeds.feedburner.com/infopulsa-forum
Mailinglist infopulsa.com kian ramai dengan bertambahnya member tiap hari. Untuk bergabung pun tidak perlu moderasi. Namun akibatnya hal-hal yang menjurus perang iklan tidak dapat dihindari. Sebagian berpendapat, iklan diperbolehkan namun sebagian yang lain tidak setuju karena tujuan awal mailinglist untuk sharing info dan diskusi.
Sejujurnya kita bisa membedakan mana informasi dan mana promosi atau iklan. Namun perlu dibuat batasan yang jelas agar seluruh member dapat memahami aturan main yang berlaku.
Untuk iklan, sebetulnya kami telah membuat tempatnya sendiri di forum. Anda boleh mempromosikan produk atau jasa Anda di forum tersebut. Di forum, iklan dan spam dapat dihindari. Selain itu dapat ditelusuri di arsip. Posting iklan yang berulang-ulang dan sangat mengganggu kenyamanan beremail dapat dihindari.
Bagaimana pendapat Anda sendiri?
Silakan ikuti pollingnya di forum kami.
http://forum.infopulsa.com/showthread.php?t=25
Technorati Tags: pulsa, forum, mailinglist, iklan
Kami menemukan ada kesalahan di layanan feed infopulsa.com yang dihost di FeedBurner. Oleh karena itu terpaksa kami buat kembali RSS feed infopulsa.com di alamat berikut:
Posting
http://feeds.feedburner.com/infopulsa
Comments
http://feeds.feedburner.com/infopulsa-comments
Bagi yang sudah subscribe ke RSS feed kami, silakan subscribe kembali. Mohon maaf untuk ketidaknyamanannya.
Jakarta - Telepon tetap nirkabel Flexi dan akses internet pita lebar Speedy akan menjadi andalan Telkom Sumatra di 2008 seiring melonjaknya jumlah pelanggan layanan tersebut.
EGM Telkom Divisi Regional I Sumatera, Muhammad Awaluddin mengatakan, lonjakan pelanggan Speedy di Sumatera mencapai 409%. Bila pada 2006 pelanggan Speedy baru 8.730 satuan sambungan layanan (SSL), maka, lanjutnya, di 2007 tumbuh hingga 44.500 SSL.
“Pertumbuhan dimungkinkan karena perluasan layanan di banyak kota di Sumatra. Tahun 2008, Telkom akan mempertahankan pertumbuhan Speedy. Diharapkan pada tahun 2008, pelanggan Speedy di Sumatra akan menjadi 175.204 SSL atau tumbuh 217%,” ujarnya dalam pernyataan tertulis kepada detikINET, Senin (31/12/2007).
Sama halnya dengan Speedy, layanan telepon nirkabel dengan teknologi CDMA, TelkomFlexi, juga mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Hingga Desember 2007, kata Awaluddin, pelanggan Flexi di Sumatra telah mencapai 937 ribu SSF atau tumbuh 40% dibandingkan tahun sebelumnya yang jumlahnya baru sebanyak 624 ribu SSF.
“Pertumbuhan Flexi di Sumatra sejalan dengan peningkatan kualitas layanan dan program marketing yang diberikan. Untuk tahun kerja 2008, Telkom Sumatra akan menambah 677 BTS lagi untuk meningkatkan kualitas layanan Flexi. Dengan jumlah 1.004 BTS di tahun 2008, maka target sales sebesar 2,5 juta SSF diharapkan akan dapat tercapai,” tukasnya.
Beda dengan Flexi, maka layanan telepon kabel bertumbuh relatif kecil. Saat ini jumlah pelanggan telepon tetap itu baru 1,346 juta SST. Dan di tahun 2008, pemasaran layanan tersebut hanya ditargetkan sebanyak 75 ribu SST. ( rou / dwn )
Sumber:
Pelanggan Flexi dan Speedy di Sumatera Melonjak
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
