Mar 15

Saya menemukan artikel di Wikipedia Indonesia tentang Daftar produk telekomunikasi di Indonesia. Sepertinya cukup up-to-date. Walaupun beberapa prefix/nomor awalan tertentu seperti 0873 belum ada (saat tulisan ini dibuat). Semoga ada relawan lain yang bisa memperlengkap artikel tersebut.

Mar 15

Perang tarif seluler makin gila-gilaan. Operator-operator besar seperti Telkomsel, Indosat (GSM) dan XL berlomba-lomba menurunkan tarif baik untuk percakapan telepon maupun sms. Skema yang ditawarkan pun aneka ragam, mulai tarif per detik dan sekarang sampai puas. Namun punya satu kesamaan, sama sama bilang: “gue juga bisa kasih lebih murah”.

Lalu apa reaksi konsumen? Apakah langsung pindah nomor/pindah operator ke operator lain?
Continue reading »

Mar 01

Natrindo Telepon Seluler (NTS) dan Batam Bintan Telekomunikasi (BBT) belum menyerahkan tanggapan Daftar Penawaran Interkoneksi (DPI) dari tiga operator besar yaitu Telkom, Telkomsel dan Indosat. Tenggat waktu penyerahan adalah 27 Februari 2008.

Daftar Penawaran Intekoneksi adalah mekanisme yang ditetapkan dalam Peraturan Menkominfo No.8/PER/M.Kominfo/2/2006 yang menyebutkan di antaranya bahwa DPI milik penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan pendapata usaha 25 persen atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggara telekomunikasi dalam segmentasi layanannya, wajib mendapatkan persetujuan BRTI melalui masukan publik.

Kami kutip dari Okezone,

Setelah penyerahan DPI, para operator kecil seperti XL, Bakrie, Smart, Natrindo Telepon Seluler (NTS), Sampoerna, Hutchison, Batam Bintan Telekomunikasi (BBT), Mobile-8 dan PSN, diminta untuk menanggapi DPI ketiga operator di atas.

Tanggapan penulis:
Tulisan tersebut terdengar sedikit aneh mengingat market share XL hampir sama dengan Indosat di pasar telepon selular (data ATSI 2006) namun disebut sebagai salah satu operator kecil.

Sumber:
Ditjen Postel Minta Operator Tanggapi DPI
Pengumuman Tarif Interkoneksi Mundur