May 13

MAKASSAR, Upeks– Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Telkomsel yang ke-13, manajemen PT Telkomsel merilis simPATI PeDe 13 sebagai kado komunikasi lebih murah berupa tarif Rp0,5 per detik setelah detik ke-13 hingga menit ke-13 ke sesama pelanggan Telkomsel.

Demikian dikatakan Vice President Telkomsel Area Pamasuka, Gideon Edie Purnomo, didampingi General Manager SCS Regional Sulmalirja, M Hasbi Hasibuan, Manager Marketing Area Pamasuka, Ketut Eri BS, dan Manager Channel Management Area Pamasuka, Andi Triwidarto, saat menggelar jumpa pers, Jumat (9/5) di MaRI.

Lebih jauh dijelaskan, pukul 00.00-06.00 waktu setempat untuk 13 detik pertama dikenakan tarif Rp25 per detik atau sebesar Rp325, selain itu, komunikasi murah kesesama pelanggan Telkomsel juga berlaku pada pukul 06.00-18.00 berupa Rp0,5 setelah 60 detik pertama hingga menit ke-13. Sedangkan pukul 18.00 hingga pukul 24.00 berlaku tarif Rp0,5 setelah 90 detik pertama hingga menit ke-13, dimana setiap detik pertama dikenakan biaya sebesar Rp25.

“Untuk menikmati tarif hemat kado HUT Telkomsel ke-13 ini, pelanggan cukup mengubah pilihan tarifnya dengan menekan menu perpindahan tarif *880# langsung diponsel masing-masing, selanjutnya pilih menu tarif PeDe 13 dari tiga menu pilihan yang ada,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, setiap perpindahan tarif kini tidak diberlakukan biaya tambahan atau gratis hingga akhir Mei mendatang. (Hasrul)

Sumber: Telkomsel Rilis simPATI PeDe 13

May 11

Nokia Siemens Networks will modernize Telkomsel’s network to Release 4 architecture with its MSC Server System mobile softswitch solution, which helps the Indonesian operator reduce operating expenses while expanding communications services Continue reading »

Apr 22

Jamin Kualitas Signal Makassar-Parepare

Pelaksaanaan Open Drive Test Telkomsel dengan rute Parepare-Makassar, yang digelar, Sabtu (19/4) berjalan sukses.

Berdasarkan hasil yang diperolah diukur melalui barometer CSSR (keberhasilan panggilan), CST (lama panggilan tanpa putus), CCSR (panggilan komplit), MOS (tingkat kejernihan suara), dan RxL.

Dari data yang diambil selama drive test, dilakukan 114 panggilan. Hasilnya, MOS adalah 3,293% (sangat bagus), CSSR 99,98%, CCSR 96,23%.

“Dengan hasil data tersebut menunjukkan jaringan Telkomsel sepanjang Parepare-Makassar sangat bagus, tanpa banyak gangguan. Itu adalah komitmen Telkomsel untuk memberikan kepusan kepada seluruh pelanggan, termasuk saat dalam perjalanan,” jelas Irwan Chaerul, General Manager (GM) Network Operation Telkomsel didampingi Hasbi Hasibuan, General Manager Telkomsel Regional Sulmalirja, dan Royke HV Sumual, Manager GraPARI Telkomsel Makassar, saat melaporkan hasil Open Drive Test Telkomsel Parepare-Makassar, di Kantor Telkomsel Regional Sulmalirja, Sabtu (19/4).

Keberhasilan Open Drive Test Telkomsel Parepare-Makassar itu, setidaknya adanya dukungan keberadaan Base Transceiver Station (BTS) antara Parepare-Makassar sebanyak 50-an lebih BTS.

Pelaksanaan itu sendiri merupakan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan quality assurance, yang merupakan wujud nyata dukungan Telkomsel terhadap program pemerintah dalam upaya mengedepankan kualitas layanan telekomunikasi yang tersirat dalam Rancangan Peraturan Menkominfo tentang Standar Wajib Kualitas Pelayanan Telepon bergerak baik dari sisi kualitas jaringan maupun pelayanan pelanggan, yang rencananya segera diimplementasikan di tahun ini.

Hasil Open Drive Test merupakan langkah transparansi publik dalam rangka menjaminkan kualitas layanan Telkomsel, sekaligus menjadi feedback untuk pembenahan dan peningkatan kualitas guna menuju tercapainya peran Service Leader serta persiapan menghadapi Quality Audit yang akan dilakukan regulator/pemerintah.

“Jaminan kualitas jaringan mutlak diperlukan sebagai bagian tanggung jawab layanan sehubungan dengan kepercayaan yang diberikan oleh lebih dari 52 juta pelanggan,” jelas Hasbi Hasibuan.

Pelaksanaan Open Drive Test itu sendiri dilaksanakan secara seremtak di lima jalur antarkota (intercity) yang padat trafik komunikasinya di berbagai wilayah Indonesia, yaitu Bandung-Bogor, Semarang-Solo-Yogyakarta, Bontang-Samarinda-Balikpapan, Padang-Pekanbaru, dan Parepare menuju Makassar. Khusus rute Parepare-Makassar dilepas Walikota Parepare, HM Zain Katoe di Lapangan Andi Makkasau Parepare. (dul) ()

Sumber:
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=17571

Apr 10

Saya menemukan artikel yang cukup menarik tentang jaringan penjualan Telkomsel. Berikut saya kutip salah satu paragrafnya:

Telkomsel telah menghadirkan lebih dari 350.000 titik pelayanan sebagai upaya lebih dekat dengan pelanggan dan memberikan kemudahan akses pelayanan berupa: Call Center (4 area), GraPARI (68 buah), GeraiHALO (245), Plasa GraPARI (34), KiosHALO (2.300 buah), Retail Nasional (3.153), Outlet Dealer Telkomsel (5.000), dan M Kios (342.000).

Anda bisa membaca artikel lengkapnya di sini:
Telkomsel dukung regulasi standar kualitas telepon bergerak

Apr 01

EMRs Mobile Forecast on Indonesia provides over 65 operational and financial metrics for the Indonesia wireless market. We cover quarterly historical data starting in 3Q2003 and ending in 3Q2007. We also provide four-year forecasts at the operator level going out to 2010.

Operators covered for Indonesia include: Telkomsel, Satelindo + IM3, Excelcomindo, Telkom Flexi, StarOne, and Other new entrants. Our Mobile Forecasts are updated quarterly and are available for one-time delivery
or through regular updates.

Notable highlights of the 1Q08 Indonesia Mobile Forecast include:

  • Indonesia continues to be the most profitable market in East Asia. We are continuing to forecast average EBITDA margins in Indonesia at 64% in 2010. Telkomsel, in particular, will continue to be one of the most profitable wireless operators in the world with an EBITDA margin of 68%.
  • The wireless penetration level in Indonesia is steadily increasing. It will increase from 41.3% in 2007 to 62.7% in 2010. The number of total subscribers will increase from 92.8 million to 146.5 million from 2007 - 2010.
  • Although the total subscriber base will continue to grow, Telkomsel, the largest operator in the country, will be losing its market share to competitors. We are forecasting that the market
    share (by subscribers) of Telkomsel will decrease from our projected 52.4% in 2007 to 47.5% in 2010.

Source:
1Q08 Mobile Forecast: Indonesia, 2007 - 2010

Mar 15

Perang tarif seluler makin gila-gilaan. Operator-operator besar seperti Telkomsel, Indosat (GSM) dan XL berlomba-lomba menurunkan tarif baik untuk percakapan telepon maupun sms. Skema yang ditawarkan pun aneka ragam, mulai tarif per detik dan sekarang sampai puas. Namun punya satu kesamaan, sama sama bilang: “gue juga bisa kasih lebih murah”.

Lalu apa reaksi konsumen? Apakah langsung pindah nomor/pindah operator ke operator lain?
Continue reading »

Mar 01

Natrindo Telepon Seluler (NTS) dan Batam Bintan Telekomunikasi (BBT) belum menyerahkan tanggapan Daftar Penawaran Interkoneksi (DPI) dari tiga operator besar yaitu Telkom, Telkomsel dan Indosat. Tenggat waktu penyerahan adalah 27 Februari 2008.

Daftar Penawaran Intekoneksi adalah mekanisme yang ditetapkan dalam Peraturan Menkominfo No.8/PER/M.Kominfo/2/2006 yang menyebutkan di antaranya bahwa DPI milik penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan pendapata usaha 25 persen atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggara telekomunikasi dalam segmentasi layanannya, wajib mendapatkan persetujuan BRTI melalui masukan publik.

Kami kutip dari Okezone,

Setelah penyerahan DPI, para operator kecil seperti XL, Bakrie, Smart, Natrindo Telepon Seluler (NTS), Sampoerna, Hutchison, Batam Bintan Telekomunikasi (BBT), Mobile-8 dan PSN, diminta untuk menanggapi DPI ketiga operator di atas.

Tanggapan penulis:
Tulisan tersebut terdengar sedikit aneh mengingat market share XL hampir sama dengan Indosat di pasar telepon selular (data ATSI 2006) namun disebut sebagai salah satu operator kecil.

Sumber:
Ditjen Postel Minta Operator Tanggapi DPI
Pengumuman Tarif Interkoneksi Mundur

Jan 04

Jakarta - Yuen Kuan Moon yang sejak Maret 2005 lalu menjabat sebagai Direktur Niaga Telkomsel, kini telah resmi digantikan oleh suksesornya yang juga dari SingTel.

Adalah Tan Chung Yaw Richard yang didapuk untuk menggantikan Moon. Sebelumnya, Richard menjabat sebagai Vice President Wholesale International Business Unit (IBU) SingTel.

Dalam acara serah terima jabatan di Kantor Pusat Telkomsel Jl Gatot Subroto No. 42 Jakarta, Rabu (2/1/2007) turut hadir Komisaris Utama Telkomsel Rinaldi Firmansyah, Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja, jajaran komisaris, direksi dan karyawan.

Dengan adanya pergantian tersebut, maka Telkomsel yang saat ini sahamnya dimiliki oleh PT Telkom 65% dan SingTel 35% mempunyai susunan direksi sebagai berikut:

  • Direktur Utama: Kiskenda Suriahardja
  • Direktur Keuangan: Triwahyusari
  • Direktur Perencanaan & Pengembangan: Syarif Syarial Ahmad
  • Direktur Operasi: David Ng
  • Direktur Niaga: Tan Chung Yaw Richard

( rou / rou )

Sumber:
Direktur Niaga Telkomsel Diganti

Link Terkait:
Tan Chung Yaw Richard Bergabung di Telkomsel

Technorati Tags:

Aug 30

Aneh! Anda memiliki kinerja penjualan yang bagus tapi malah kena penalti, bukan dianggap prestasi. Jaringan selular ada di mana-mana sampai pelosok, tapi tidak bisa transaksi lintas regional. Jumlah pelanggan (subscriber) bertambah, tapi stok malah dikurangi.

Padahal, jika terjadi gangguan, justru retail yang bersitegang dengan pelanggan, bukan Telkomsel. Jika pulsa tertunda masuk ke nomor pelanggan, bukan Telkomsel yang dirugikan, tapi pedagang dan juga pelanggan.

Rasanya tidak pantas jika retail makin ditekan dengan pembatasan regional.

Keluh kesah jangan diperpanjang. Mari lakukan aksi bersama:

Abaikan pembatasan regional dari Telkomsel!

Jika Anda setuju dengan pesan ini, sebarkan isi pesan ini atau linknya kepada rekan-rekan yang lain.

Jangan lupa berikan komentar. Pro dan kontra, sah-sah saja.

Technorati Tags: , ,